Info Pusda'i

Lockdown = Mengisolasi Diri Dari Fitnah

Oleh: Aslam Abu Hanifah
Direktur Pesantren Bina Dakwah

Adakalanya kita harus uzlah (mengisolasi diri) ketika telah tersebar fitnah (kerusakan) di tengah masyarakat dan kemaksiatan semakin merajalela.

Dan apa yang sedang ramai diperbincangkan saat ini yakni LOCKDOWN, hakikatnya adalah mengisolasi diri kita dari berbagai fitnah.

Isyarat tersebut paling tidak kita dapatkan dari hadits-hadits berikut ini:

HADITS PERTAMA

سَتَكُونُ فِتَنٌ الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْمَاشِي وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي وَمَنْ يُشْرِفْ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِهِ.رواه البخاري

Akan terjadi berbagai fitnah, maka seorang yang duduk dalam perkara itu(tidak ikut) lebih baik dari orang yang berdiri, dan yang berdiri lebih baik dari yang berjalan menyongsongnya, dan yang berjalan masih lebih baik dari yang berlari padanya, barang siapa yang larut padanya akan terjebak, maka barang siapa yang dapat menghindar melarikan diri darinya hendaklah dia lakukan. (HR. BUKHARI)

HADITS KEDUA

قال رجلٌ : أيُّ الناسِ أفضلُ ؟ يا رسولَ اللهِ ! قال ( مؤمنٌ يجاهد بنفسِه ومالِه في سبيلِ اللهِ ) قال : ثم من ؟ قال ( ثم رجلٌ مُعتزلٌ في شِعبٍ من الشِّعابِ . يعبد ربَّه ويدَعُ الناسَ من شرِّه

“Seseorang bertanya kepada Nabi: ‘siapakan manusia yang paling utama wahai Rasulullah?’ Nabi menjawab: ‘Orang yang berjihad dengan jiwanya dan hartanya di jalan Allah’. Lelaki tadi bertanya lagi: ‘lalu siapa?’. Nabi menjawab: ‘Lalu orang yang mengasingkan diri di lembah-lembah demi untuk menyembah Rabb-nya dan menjauhkan diri dari kebobrokan masyarakat’ ” (HR. BUKHARI & MUSLIM)

HADITS KETIGA

خَيْرُ الناسِ في الفِتَنِ رجلٌ آخِذٌ بِعِنانِ فَرَسِه أوْ قال بِرَسَنِ فَرَسِه خلفَ أَعْدَاءِ اللهِ يُخِيفُهُمْ و يُخِيفُونَهُ ، أوْ رجلٌ مُعْتَزِلٌ في بادِيَتِه ، يُؤَدِّي حقَّ اللهِ تَعالَى الذي عليهِ

“Sebaik-baik manusia ketika berhadapan dengan fitnah adalah orang yang memegang tali kekang kudanya menghadapi musuh-musuh Allah. Ia menakuti-nakuti mereka, dan merekapun menakut-nakutinya. Atau seseorang yang mengasingkan diri ke lereng-lereng gunung, demi menunaikan apa yang menjadi hak Allah”  (HR. AL-HAKIM)

HADITS KEEMPAT

يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ الْمُسْلِمِ غَنَمٌ يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ ، يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنَ الْفِتَنِ

“Hampir-hampir harta seseorang yang paling baik adalah kambing yang ia pelihara di puncak gunung dan lembah, karena ia lari mengasingkan diri demi menyelamatkan agamanya dari kerusakan.” (HR. BUKHARI)

Tentu masih banyak hadits-hadits serupa yang menjelaskan tentang uzlah (mengisolasi diri) di zaman fitnah ini, tapi paling tidak dari empat hadits di atas ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik.

1. Hadits pertama menjelaskan kepada kita bahwa ketika fitnah terjadi hendaklah kita menghindari sumber fitnah tersebut bukan malah mendekatinya. Seperti fitnah COPID-19 yang sedang kita hadapi saat ini, hendaknya kita menghindar dari sumber fitnah COVID-19 ini yaitu dengan cara uzlah atau mengisolasi diri di rumah. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah: Larilah dari orang yang terkena “penyakit menular”, sebagaimana engkau lari dari singa.” (HR. Bukhari)

2. Pelajaran yang bisa kita petik dari hadits kedua adalah mengasingkan diri atau mengisolasi diri itu hikmahnya untuk menyelamatkan kita dari kebobrokan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Begitu pula hikmah yang bisa kita dapatkan selama masa mengisolasi diri dari fitnah COVID-19 ini selain kita akan terhindar (insya Allah) dari penyakitnya kita juga akan terhindar dari berbagai kemaksiatan yang telah merajalela di tengah-tengah masyarakat.

3. Jika pada hadits kedua hikmahnya adalah kita akan terhindar dari maksiat, maka pada hadits ketiga ini hikmahnya adalah agar kita bersungguh-sungguh menunaikan hak Allah yakni beribadah kepada-Nya. Maka selama masa mengisolasi diri ini hendaknya kita gunakan sebaik-sebaiknya untuk beribadah kepada Allah, baik yang wajib maupun yang sunnah seperti qiyamul lail, membaca Al -Qur’an, memperbanyak do’a dan dzikir serta yang lainnya.

4. Pelajaran dari hadits ke empat, bahkan andai satu-satunya jalan supaya selamat dari fitnah adalah dengan mengasingkan diri ke lembah-lembah dan puncak-puncak gunung, maka itu lebih baik daripada agama kita terancam hancur. Maka bersyukurlah kita hari ini hanya mengisolasi diri di rumah kita masing-masing dan masih bisa menikmati segala fasilitas yang ada di rumah kita, tidak harus uzlah sampai ke lembah dan puncak-puncak gunung.

Semoga Allah senantiasa menjaga kita semua dari berbagai fitnah termasuk fitnah berupa wabah COVID-19 ini dan kita berharap semoga wabah ini segera usai sehingga kita bisa bertemu dengan bulan ramadhan dalam keadaan aman dan normal kembali.

Similar Posts