Info Pusda'i

Mari Mengevaluasi Ramadhan Kita

Oleh: Aslam Abu Hanifah

Ramadhan memang telah pergi meninggalkan kita, Apakah ketaatan kita juga ikut pergi bersama perginya ramadhan itu? Ataukah ada nilai-nilai ramadhan yang masih tersisa dalam diri kita?

Untuk itu penting bagi kita melakukan evaluasi terhadap hasil ramadhan kita? Sebagaimana layaknya kita sehabis menyelenggarakan event besar pasti kita mengadakan rapat evaluasi.

Untuk mengevaluasi ramadhan kita, mari kita mengingat kembali apa tujuan ibadah ramadhan kita. Tujuan disyari’atkannya puasa ramadhan adalah agar kita menjadi orang yang bertaqwa (Qs. 2: 183)

Mari kita renungi hadits berikut ini dan mari kita jadikan hadits ini sebagai instrumen untuk mengevaluasi ramadhan kita.

عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا. عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ . [رواه الترمذي]

Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman Muadz bin Jabal radhiyallahu’anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskan keburukan tersebut. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)

Dari hadits di atas paling tidak ada tiga poin penting terkait dengan evaluasi ramadhan kita:

  1. Taqwa itu tak mengenal waktu dan tempat, dimana saja dan kapan saja kita harus tetap bertaqwa. Artinya taqwa itu tidak boleh hanya berhenti dibulan ramadhan saja. Jika ketaqwaan kita hanya ada pada saat ramadhan saja, harus kita akui ramadhan kita belum berhasil. Sebagai contoh: saat ramadhan kita gemar shalat berjama’ah, lalu bagaimana setelah ramadhan ini, apakah kita tetap rajin shalat berjamaah? Jika kita sudah tak pernah lagi pergi ke masjid setelah ramadhan ini, maka itu artinya kita hanya “bertaqwa” pada bulan ramadhan saja.
  2. Cirinya orang bertaqwa adalah apabila mereka melakukan keburukan/sayyi-ah, mereka cepat menebusnya dengan melakukan kebaikan/hasanah (taubat dan amal shaleh). Oleh sebab itu tanda ramadhan kita berhasil adalah kita tidak mengulangi lagi kebiasaan-kebiasaan buruk yang pernah kita lakukan sebelum ramadhan, dan menggantinya dengan kebiasaan-kebiasaan baik. Dan kebiasaan baik ini insya Allah akan menjadi penebus terhadap keburukan-keburukan yang pernah kita lakukan sebelumnya.
  3. Buah dari ketaqwaan adalah akhlaq yang baik. Oleh sebab itu bukti konkrit dari berhasilnya ramadhan kita adalah adanya perubahan positif dari akhlaq kita.

Wallahu a’lam bish shawab

Similar Posts